Plastik Thermoforming dan Blow Thermoforming : Acrylic Dome



Thermoforming adalah usaha membentuk plastik lembaran (plastics sheet) atau plastik film (plastik lembaran tipis biasanya ketebalannya kurang dari 0.25 mm) menjadi bermacam bentukan baru plastik sesuai dengan desain yang kita inginkan dengan bantuan panas, tekanan dan cetakan (molding). Proses thermoforming plastik dipakai untuk membentuk plastik semifinished (sheet/ lembaran) menjadi  lebih bernilai dalam banyak applikasi mulai dari kemasan blister film untuk batu batere alkaline sampai kebutuhan industri mainan, automotive, medical device, elektronik equipment, bahkan untuk interior pesawat terbang. 

Proses thermoforming menawarkan keunggulan untuk memproduksi custom part plastik sebab berbiaya relative lebih murah, dapat menghasilkan replikasi yang sangat mendekati bentuk cetakan, kebutuhan peralatan yang fleksibel , teknologi yang sederhana dan mudah dipraktekkan. 
Peralatan yang digunakan untuk proses thermoforming berbiaya relatif murah dibandingkan proses cara lain seperti injection molding. Pada vacuum forming hanya dibutuhkan tenaga vacuum 14 PSI dan 150 PSI untuk pressure forming bandingkan dengan injection molding setidaknya dibutuhkan 100.000 PSI. Karena penggunaan pressure yang relatif rendah ini tooling cost juga murah, mold dapat dibuat dari material alumunium, kayu, epoxy, composite, atau material lainnya yang dapat bertahan dengan tekanan dan temperature saat lembaran plastik dipindahkan dari oven ke molding.
Memilih menggunakan proses thermoforming plastik sangat beralasan dari segi cost efektif, karena lebih menguntungkan untuk memproduksi suatu desain dalam jumlah yang sedikit seperti memproduksi prototype suatu desain. Atau kebutuhan yang khusus dan spesifik sesuai permintaan user bukan dengan maksud produksi massal.
Thermoplastics yang umum digunakan dalam proses thermoforming adalah Acrylic, ABS, HDPE, LDPE, PP, PVC, PETG dan Polycarbonate. Pilihan teknik thermoforming yang dapat digunakan adalah pressure forming dan vacuum forming
Prinsip dasar dari proses thermoforming adalah : tahap persiapan, -- memasukkan lembar plastik ke dalam proses pemanasan sampai mencapai suhu pembentukan (forming temperature), -- streching lembaran (peregangan lembaran) mengikuti bentuk molding yang sudah disiapkan dengan bantuan pressure ataupun vacuum, -- pendinginan sampai bentuk desain baru stabil,-- melepaskan/ membongkar bentukan baru dari moldingnya, --trimming bagian plastik untuk mendapatkan bentuk final yang diinginkan.

Pressure forming adalah memberikan pressure udara di atas plastik yang telah menjadi plastis (pliability/ doughy/ rubbery) karena pemanasan, sementara vacuum forming adalah menarik udara (suction) di bawah cetakan (molding) melalui lubang-lubang hisap vacuum (vacuum suction hole) yang telah disiapkan, atau bisa saja kombinasi kedua teknik tersebut dilakukan secara bersamaan untuk mendapatkan texture detail yang lebih sempurna, terutama untuk kontur cetakan yang lebih rumit. Untuk memperjelas dapat melihat gambar dan video berikut ini. 


Teknik lainnya adalah compression molding, untuk teknik ini kita memerlukan dua unit pasangan molding (male dan female molding), cara bekerjanya yaitu plastik yang telah menjadi plastis karena pemanasan diletakkan di atas cetakan perempuan untuk selanjutnya ditekan dengan cetakan laki laki.

Untuk memudahkan pengertian tersebut berikut video yang kami impor dari youtube :


Teknik lainnya adalah dengan cara blow forming, yaitu dengan memberikan tekanan udara dari bawah frame plastik yang telah menjadi plastis karena proses pemanasan (oven), teknik terakhir ini untuk membentuk desain yang menyerupai dome/ kubah/ hemisphere.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...